BAZNAS KALSEL ADAKAN LAGI PROGRAM YOUNGPRENEUR CLASS. INI YANG DIDAPAT!

Setelah dinilai berjalan dengan baik pada tahun 2021 lalu, kini BAZNAS Kalsel mengadakan lagi program Youngpreneur Class. Program ini program ekonomi yang diharapkan tidak hanya menguatkan para wirausaha namun juga melahirkan para wirausaha baru. Data dari Kementerian perindustrian bahwa Indonesia membutuhkan sedikitnya 4 juta wirausaha baru untuk turut mendorong penguatan struktur ekonomi. Sebab saat ini rasio wirausaha di dalam negeri masih sekitar 3,1 persen dari total populasi penduduk. Tingkat kewirausahaan atau entrepreneurship di Indonesia masih lebih rendah jika dibandingkan negara lain di Asia Tenggara. Tentu menjadi tidak mungkin kalau semua ini harus ditangani pemerintah saja tanpa melibatkan lembaga atau komunitas lainnya di Indonesia. “Hal ini lah yang memicu BAZNAS Kalsel untuk mengusung kembali program ini di tahun 2022” ujar Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kalsel H. Gurdani Syukur.

Pada tahun 2021 lalu BAZNAS Kalsel membatasi hanya pada daerah Banjar Bakula, tetapi tahun ini program ini lebih luas yaitu se Kalimantan Selatan. Masa Pendaftaran dimulai dari 11 sampai 19 Agustus 2022. Sesuai dengan nama programnya, maka peserta Youngpreneur dibatasi usianya sampai 30 tahun. Seluruh peserta yang mendaftarkan dirinya akan memasuki beberapa tahap seleksi ketat dari tim BAZNAS Kalsel sehingga terpilih 50 orang yang kemudian akan mengikuti kelas bisnis beserta pendampingan intensif sebelum kompetisi selama 4 (empat) hari melalui daring. Selanjutnya dalam kompetisi bisnis akan dipilih 30 finalis yang telah dinilai oleh mentor saat pendampingan dalam kelas bisnis. Tidak tanggung-tanggung, lima finalis akan mendapatkan hadiah modal usaha dan pendampingan hingga ratusan juta rupiah.

Rizqy Khairunnisa Kepala Bidang Pendayagunaan BAZNAS Kalsel memaparkan peserta Youngpreneur Class tahun lalu yang dinilainya cukup memuaskan. Sebanyak 15 peserta yang mengikuti program ini, enam orang sudah mengembangkan usahanya dan sembilan orang merintis usaha barunya walau ada satu orang yang gagal karena kena musibah kematian ternaknya. “Salah satu penerima manfaat program ini adalah Salma yang berjualan online peralan rumah tangga melalui marketplace yang mencapai omset Rp6 juta/bulan bahkan sekarang mampu memberikan modal usaha lagi kepada keluarganya.” paparnya.
“Kami berharap program ini benar-benar akan membentuk wirausaha baru yang berguna baginya, keluarganya dan lingkungan sekitar. Kami juga melakukan pendampingan dan evaluasi agar mereka benar-benar mandiri”’ tutupnya.

Leave a Reply