BTB KALSEL – BTB KAB. BANJAR RESPON CEPAT TANGGAP BENCANA BANJIR DI PENGARON

Hujan terus mengguyur Kalimantan Selatan dengan deras, intesitas yang sangat tinggi ini membuat air sungai menjadi meluap. Akibat meluapnya air sungai menyebabkan 8 desa di Kecamatan Pengaron terandam banjir sejak kemarin. Informasi dari tim di lapangan ketinggian air sudah mencapai leher orang dewasa. Tim terus melakukan penyisiran dan membantu warga mengungsi, derasnya arus mengharuskan tim menggunakan perahu motor untuk mengevakuasi warga yang terdampak.

Kamis, (13/01/2022), BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Banjar berkolaborasi dengan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kalsel untuk membantu warga terdampak banjir. Tim melakukan asesmen untuk mempersiapkan kebutuhan mendesak yang diperlukan warga dan menyalurkan paket sembako untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Banjir ini memberikan dampak kepada 2.215 kk dan 3.727 jiwa dan merendam ribuan rumah warga.

Kepala Bagian Pendistribusian Noor Huda Fikri menyatakan tim sudah melakukan pergerakan menuju Kecamatan Pengaron untuk membantu warga yang terdampak banjir disana. Perlu diketahui kejadian ini terulang kembali setelah setahun yang lalu.

“Tim sudah terjun ke lokasi, saat ini tim sedang melakukan asesmen dan memberikan bantuan awal berupa logistik untuk kebutuhan sehari-hari. Pada tahun lalu Pengaron juga menjadi salah satu Desa yang terdampak, untuk saat ini kejadian itu terulang kembali. Kami berharap dan berdoa semoga banjir ini segera surut dan tidak memberikan dampak yang lebih seperti tahun lalu.” Ujarnya.”

Plt Danramil Pengaron, Pelda Ekodiyanto menjelaskan ketinggian aripun terus mengalami kenaikan antara 50 sentimeter hingga 300 sentimeter. Dirinya bersama Babinsa memonitor keadaan air dan mengevakuasi warga yang terdampak banjir.

“Kita bersama tim gabungan terus melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir, untuk air terus ada kenaikan bahkan sudah mencapai leher orang dewasa. Semoga banjir ini tidak berlangsung lama agar tidak memberi dampak kerusakan yang parah.” Katanya.”

Leave a Reply