Kepulangan Bu Marie Diiringi Isak Tangis Warga Simpang Jagung

KALSEL.BAZNAS.GO.ID, BANJARMASIN – Warga Simpang Jambu melepas kepergian Bu Marie dan cucunya dengan perasaan haru, lantaran Bu Marie datang ke Banjarmasin berharap dapat bertemu suaminya. Namun, setelah sampai suaminya menghilang dan tidak ada kabar.

Bu Marie dan cucunya datang ke Banjarmasin atas saran suaminya yang bekerja di Banjarmasin. Namun, setelah sampai ke Banjarmasin. Bu Marie malah hilang kontak dengan suaminya dan terlantar selama dua bulan.

Sebelum tidur dirumah warga. Bu Marie sempat tinggal di kontrakan bahkan pemilik kontrakan memberikan keringanan kepada Bu Marie untuk membayar sewa kontrakan karena sudah kehabisan uang Bu Marie memutuskan untuk ikut menumpang tidur di rumah warga. Untungnya ada warga Simpang Jambu, Banjarmasin yang bersedia memberikan tempat tinggal sementara untuk Bu Marie dan cucunya. Sementara untuk mengisi perut dan menghidupi cucunya. Bu Marie bekerja serabutan membantu warga yang memerlukan buruh harian.

Rabu (25/8), BAZNAS Kalsel memulangkan Bu Marie dan cucunya ke kampung halamannya di Batam melalui jalur udara. Saat Tim Layanan Aktif BAZNAS (LAB) Kalsel mendatangi tempat tinggal sementara beliau di Simpang Jagung, Banjarmasin. Warga melepas kepergian dengan isak tangis dan perasaan haru.

“Saya kasihan sekali dengan Bu Marie yang datang ke Banjarmasin untuk menemui suaminya. Namun, pas sudah datang malah suaminya menghilang begitu saja. Tega sekali suami beliau itu,” ujar Syahrudin, salah satu warga Simpang Jagung.

Tidak hanya memulangkan Bu Marie dan cucunya. BAZNAS Kalsel juga memulangkan Fitrie Wijaya ke kampung halamannya di Yogyakarta. Sebelumnya, Karena di PHK di tempat ia bekerja di Balikpapan. Fitrie ingin pulang ke Yogyakarta lewat Banjarmasin karena di Balikpapan terjadi PPKM Level 4. Ternyata setelah datang ke Banjarmasin. Kota seribu sungai ini baru saja memberlakukan PPKM Level 4 yang membuatnya kehabisan bekal dan terlantar selama sebulan disini.

Leave a Reply